Thursday, May 24, 2007

2 years ago, 11.55 PM

i believe our love ones are never
far away.

i believe our love ones know how
much we did our best for them.

i believe -somehow- our love
ones know how much we love
them.

& i believe our love ones love us
back just as much.

but above all, what i most
believe is, our love ones are
happy up in heaven, in God's
arms, playing around with his
angels.

be strong, brave mum.
everything will be alright.

take care,
cheers!

Dari Donna (RP 95) on my FS testimonial

And my love one was

Name : Syafi Artanza Idris
Born : Bogor, May 24, 2005 (11.55 PM)

And because God loves him so much, He took him at that time too...


gbr : last year

Champion at Liga Champions

Horeeee... AC Milan menang 2-1 dari Liverpool di final Liga Champions tadi pagi. Gw ga nonton (ngeri hihihi) tp dapet laporan langsung dari Ican pas gw melek karena Aya begerak-gerak. 'Milan menang 2-1', gitu kata Ican. Gw lsg mengepalkan tangan ke udara, trus tidur lagi :)

Pagi ini bgini berita yang gw baca di detiksport.

gbr : Milan dan piala Champions. Diambil dari www.beritabola.com

Seminggu ini

Udah seminggu ini bis jemputan yang biasa gw naekin tidak menampakkan batang idungnya (eh bis mah ga punya idung kali ya). Jadi untuk nyampe ke ktr, gw akhirnya naek bis umum nomor 102 jurusan Depok-Tnh. Abang. Berhubung gw ga ke terminal dlu, jadi gw ga pernah dapet duduk. Biasanya baru dapet duduk kl udah nyampe Komdak ato Sudirman. Yah mayan deh pegelnya.. Tapi untungnya (namanya juga orang Indonesia) bis itu tidak berdesak2an karena gw berangkat so early in the morning, dimana Ican n Aya masih tertidur lelap.

Untuk pulangnya, berhubung bis 102 tersebut termasuk bis yang lamaaaaaaaa banget jalannya sehingga yang biasanya kalo naek jemputan gw bisa sampe rumah jam 17.30, nah kalo naek 102 ini gw nyampe rumah paling cepet jam 18.30 ato 19.00 (hal ini terjadi dengan tidak ada perbedaan waktu keluar kantor krn gw selalu teng-go :D). Jadi menimbang, mengacu dan melihat semua tersebut di atas, gw memutuskan untuk naek KRL (Kereta Listrik - buat yg blum tau) Jabodetabek. Selaen murah, transportasi ini adalah transportasi yang cepat. Wihhh udah lama ga empet2an naek kereta sejak gw lulus kuliah 7 taon lalu. Kaki ga bisa napak, tangan ga punya pegangan, tas hrs dikempit klo ga copet bakal beraksi dan bermacam2 bau yang ada di sana. Tapi demi sampe di rmh cepet biar bisa maen ama Aya, gw bela2in deh empet2an lagi di kreta.

If that's what it takes,
That's what I'd do...

Tuesday, May 22, 2007

(You Want To) Make a Memory

Hello again, it's you and me
Kinda always like it used to be
Sippin' wine, killing time
Trying to solve life's mysteries

How's your life, it's been a while
God it's good to see you smile
I see you reaching for your keys
Looking for a reason not to leave

If you don't know if you should stay
If you don't say what's on your mind
Baby just breathe
There's nowhere else tonight we should be

You wanna make a memory?

I dug up this old photograph
Look at all that hair we had.
It's bittersweet to hear you laugh
Your phone is ringing I don't wanna ask

If you go now, I'll understand
If you stay, hey, I've got a plan
We're gonna make a memory
You wanna steal a piece of time
You can sing the melody to me
And I can write a couple of lines

You wanna make a memory?

If you don't know if you should stay
And you don't say what's on your mind
Baby just breathe
There's nowhere else tonight we should be
We Should be

You wanna make a memory
You wanna steal a piece of time
You can sing the melody to me
And I can write a couple of lines

You wanna make a memory? (x2)

Fiuuuhhhh...

and maybe it's God's plan that we're not as close as we used to...

Monday, May 21, 2007

The good old days (part 2)

Ini sebagian dari masa2 indah dulu...



Seberkas Senyum dari Cerita Lama

Wiken kmaren, dapet imel dari Beti (ga lembur kan, Bet? hehehe). Ceritanya bagus... Dan gw setuju banget ama penulisnya. Kita ga bisa melupakan teman dan sahabat begitu sajah. Tapi kalo mereka yang melupakan kita??? Yah, gw udah usaha semaksimal mungkin buat bisa kumpul ama teman dan sahabat gw di masa sekola. Tapi emang susah menyesuaikan jadwal sekarang ini. Pada sibuk mencari duid untuk masa depan. Susah emang... (Jadi inget, bentar lagi sahabat gw dari jaman SMP bakal pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya di Amrik sana, udah janjian buat ketemuan di rumahnya. Can't wait to see her again deh)

O iya ini isi imel dari Beti...

Oleh Bayu Gawtama

Seorang sahabat lama, baru-baru ini menelepon untuk janji bertemu. Entah apa yang terjadi dengannya, setelah sekian lama tak ada kabar darinya, tiba-tiba ia menelepon saya dan meminta kesediaan untuk bertemunya. Terakhir yang saya tahu tentangnya, ia telah sukses menjalankan usahanya di bidang percetakan.

Bahkan kabar dari sahabat yang lain, “kalau kita masih berdebu, dia sudah kedinginan, ” maksudnya, saya dan beberapa sahabat lain masih terus menerus kena debu lantaran masih menggunakan kendaraan roda dua, sedangkan sahabat yang satu ini sudah memiliki kendaraan roda empat yang cukup bagus.

Isterinya juga bekerja dan menduduki level midle management di kantornya, sehingga ia bisa menyekolahkan dua anaknya di sekolah elit, salah satu sekolah mahal di Jakarta. Buat orang seperti saya, harus memeras keringat sampai tetes terakhir untuk bisa mendaftarkan anak saya ke sekolah itu. Itu pun baru sekadar mendaftar, belum lagi biaya bulanan dan lain-lainnya. Rumahnya pun cukup besar, type 72 di sebuah kawasan perumahan mewah cukup terkenal. Singkatnya, saya menilai hidupnya sangat bahagia!

Tetapi pagi itu, suara di seberang telepon lebih terdengar seperti suara murung, suntuk dan kehilangan semangat. “Ada apa kawan?” tanya saya ringan sekadar membuatnya merasa menemukan sahabat. Lalu dia bilang, “Saya bosan dengan kehidupan saya … tolong bantu saya?”

Ah, awalnya agak aneh mendengar kalimatnya. Apa yang membuatnya bosan menjalani kehidupan? Segalanya ia punya. Isteri yang cantik, anak-anak yang mempesona, rumah mewah, mobil bagus, uang pun ada. Setiap akhir bulan ia tinggal menentukan ke mana harus berlibur, domestik maupun ke luar negeri ia mampu. Tidak ada barang yang ia tak punya, setidaknya ia mampu membelinya jika berminat. Tapi kenapa? Kenapa justru ia merasa bosan dengan kehidupan yang dijalaninya?

Saya menduga ia terlalu lelah dengan bisnisnya. Karenanya saya minta ia meluangkan waktu bersama keluarga untuk rekreasi ke suatu tempat yang belum pernah dikunjunginya. Saya pun menyebut beberapa tempat sebatas yang saya tahu; Nusa Dua, Bunaken, Bukit Tinggi, … jawabannya: sudah! Malah dia menyebutkan nama-nama daerah lain yang masih sebatas mimpi untuk saya kunjungi. Itu berarti usul saya tidak diterima.

Kemudian ia mendesak lagi, “ayo bantu saya…” saya pun kelimpungan dibuatnya. Tawaran saya untuk ambil cuti selama beberapa hari dan menghabiskan waktu sepenuhnya bersama keluarga pun ditolak mentah-mentah. “Bukan itu masalahnya…” seraya menjelaskan bahwa hubungannya dengan isteri dan anak-anaknya tidak ada masalah secuilpun, bahkan sangat hangat dan harmonis.

Hingga akhirnya, saya memintanya untuk bertemu di suatu tempat. Sebelumnya ia meminta saya menemuinya di sebuah cafĂ© resto, namun saya menolaknya. Saya menyebut satu tempat yang membuat ia merasa kaget mendengarnya, “Ah, gila… masak saya harus ke tempat itu lagi?” Bahkan, sebelum hilang kagetnya saya membuatnya bertambah bingung, “jangan pakai baju bagus, jangan bawa kendaraan, naik angkot saja”. Lagi-lagi singkat komentarnya, “Usul gila apa lagi nih?” saya menutup telepon dengan mengatakan, “saya tunggu jam delapan malam ini…”

Saya bertaruh dia tidak akan datang malam itu ke tempat yang saya tentukan. Saya tidak yakin ia mau kembali ke masa lalu, ke tempat ia dan sahabat-sahabat lamanya –termasuk saya- biasa bercengkerama menikmati malam, menyeruput segelas kopi bersama, menyantap penganan kecil seperti kue putu atau gorengan bakwan, tempe dan pisang goreng. Mengingat kembali masa-masa diwaktu sama-sama tidak punya uang, padahal sudah makan sekitar delapan gorengan. Dengan segala hormat kepada si tukang gorengan, sahabat saya ini memberikan arloji kesayangannya kepada tukang gorengan sebagai alat pembayaran. Tertawalah semuanya karena si tukang gorengan sangat bahagia dan membiarkan kami menghabiskan banyak dagangannya.

Atau ketika di satu malam kami kemalaman dan tidak berani pulang ke rumah masing-masing, akhirnya tidur di masjid dengan ditemani ratusan nyamuk. Esok paginya, nyamuk-nyamuk itu tidak bisa terbang lantaran kegendutan oleh darah yang dihisap dari tubuh-tubuh kami. Maka berlombalah kami mengejar nyamuk-nyamuk yang keberatan badan untuk terbang itu dan menepuknya.

Semoga ia juga masih mengingat di satu malam yang lain, ketika ia datang dengan baju lusuhnya. Kemudian saya mempersilahkannya mengenakan baju yang saya bawa di tas. Saya masih ingat betul, hingga detik ini pun baju itu tidak pernah kembali. Tapi cukup senang jika mengingatnya, bahwa apa yang saya miliki bermanfaat untuk sahabat saya.

Sungguh terlalu banyak yang harus diingat dari masa lalu. Namun… saya ragu, apakah dia mau datang malam ini? Padahal saya sudah mengundang beberapa sahabat lain untuk juga datang.

Jam delapan lebih sembilan menit, sesosok bayangan tegap pun singgah. Saya dan beberapa sahabat lama memeluknya erat. Sepiring gorengan dan beberapa gelas yang siap dituangkan kopi dan teh sudah tersaji. Lahap ia menyantap beberapa potong gorengan dan menyeruput kopi. Tiba-tiba, “Siapa yang bayar nih? Punya uang nggak?” meledaklah tawa kami memecah keheningan malam itu. Sungguh, itu pertanyaan yang sama persis ketika dulu kami tidak punya uang untuk membayar gorengan.

Esok paginya, saya kembali mendapat telepon darinya, “terima kasih, ternyata saya hanya perlu kembali kepada sahabat dan mencoba menikmati masa lalu yang terlalu indah untuk dilupakan”.

Saya pun tersenyum. Begitulah sahabat, saya pun takkan pernah bisa meninggalkan sahabat-sahabat lama yang telah banyak memberikan suntikan semangat di masa lalu. Kadang kita hanya perlu memutar kembali peristiwa lampau, dan jika mengingat lagi apa-apa yang telah terlalui di waktu silam, seberkas senyum akan selalu tercipta. Dan senyum itulah yang kerap membuat hidup ini lebih terasa indah. Semoga… (gaw)

Kayanya sekali2 harus mencoba mangajak teman2 dan sahabat2 gw untuk kembali ke masa lalu yang indah untuk dilupakan itu, di Depok...

Thursday, May 10, 2007

Bon Jovi on American Idol

Gw bukan penggemar American Idol. Tapi minggu lalu gw bela2in nonton acara itu jam 11 malem hr Sabtu dan jam 7 malem hari minggu karena tema buat hari itu adalah Bon Jovi night. Si Ganteng Jon dan si Kriwil David yang jadi mentornya. 6 orang finalis harus nyanyiin lagu Jovi. Ada finalis yang udah kenal lagu2nya dengan baik ada juga yang katanya baru tau lagu2nya saat itu.

Semua peserta berhasil nyanyiin lagu Jovi dengan baik. Ada 1 yang ngubah lagu 'you give love a bad name' jadi model house music gituh. Bagus tp gw ga terlalu suka dengernya. Hehehe sebagai fans Bon Jovi sejati gw suka marah2 kalo ada yang nyanyiin lagu Jovi dengan tidak tepat. Menurut gw sih kurang tepat aja dijadiin house music gitu. Tapi juri2 Idol tsb pada suka tuh. Dan finalis yang menyanyikannya berhasil tidak dieliminasi. Hebat...


Di akhir acara giliran Bon Jovi (lengkap, ampe si Hugh McDonald) nyanyiin lagu baru yang albumnya bakal keluar bulan Juni mendatang. Lagunya judulnya (You Want To) Make A Memory. Lagunya slow (ga kayak Have a Nice Day yg hingar bingar). Dan sekarang udah keluar video klipnya. Hehehe gw lagi ngambil nih dari youtube. Jadi jangan lupa pada liat juga ya. Oya jangan lupa juga beli albumnya bulan depan (Ican ud gw bilangin karena bakal ada dana keluar buat bli album itu hehehe)




gbr pertama : Penampilan Bon Jovi di American Idol, diambil dari www.idollogy.com
gbr kedua : Lost Highway... in store June 19, www.bonjovi.com

Ngantuk..

Dari naik sampe turun bis tiduuuurrrr terus pagi ini. Ampe hrs dibangunin ama orang pas nyampe tujuan... fiuhhh... Keblug sekali gw hari ini...
PS: Buat Mas yg ngebangunin, ma kasih ya...

Monday, May 7, 2007

6 Mei 1995

Bulan Mei ini kayanya banyak bener yang mo gw ceritain. Bermula dari taun tersebut di atas. Tanggal itu ga akan pernah dilupakan oleh gw n my sisters. Ayo tebak kita ngapain pada tanggal itu??? Pasti bener semua tebakannya hahahaha... wong emang gampang ko.

6 Mei 1995, pertama kalinya Bon Jovi manggung di Indonesia, tepatnya di Jakarta, dan tepatnya lagi di Pantai Karnaval Ancol. So pasti kita berempat nonton donk. Sepakat buat nekad pergi (ber-4 gitu loh, ga mungkin bokap ama nyokap bisa ngelarang), Sister #2 ditugaskan buat nyari tiket. Ga tau dimana nyarinya, yg pasti berhasil... berhasil... berhasil... hore... 6 tiket ditangan sudah. 4 buat kami, 1 buat pacar (skr suami) Sister #1 dan 1 buat temennnya Sister #2 (Niniek). O ya, setelah tiket ditangan, ternyata gw menang 1 tiket dari majalah musik saat itu (baca :HAI). Sip.. beres semua. Tinggal jalan deh.

Perjalanan hr itu dimulai dari... sekola... Hehehe taun 1995 itu taon kelulusan gw dari SMA. Pas hr itu kebetulan sekola ngadain acara bikin SKKB (Surat keterangan kelakukan baik, sekarang SKKC ya kl ga salah dan gw ga tau apa itu SKKC :D) kerjasama ama kepolisian setempat. Jadi sepakat gw dijemput di sekola. Sister #1 n her boyfriend juga mo praktikum dlu di kampusnya. Jadi janjian ama dia ketemu di Ancol (hebat ga, jaman itu blum ada HP loh dan dengan beraninya kami janjian di tempat seluas itu hahaha). Berangkatlah gw, bareng Sister #2, Niniek, Sister #4 dan Oel (spupu yang nganterin ke Ancol tp ga ikutan nonton).

Tujuan pertama adalah redaksi majalah HAI. Setalah muter2 beberapa kali akhirnya sampe juga kami di sana. Udah ampir abis tuh waktu pengambilannya. Setalah dapet tiketnya, kami akirnya heading to Ancol. Sampe sana, ketemuan ama Sister #1. Setelah melewati beberapa pintu gerbang, sampe juga kami di depan panggung. Gw n Sister #2 sempet ngedumel gara2 tiket yang udah kami pegang baik2 dan rapi2 buat kenang2an malah direnggut bgitu aja dari tangan kami oleh penjaga. Sedih... Tapi untungnya gw msh punya tiket yang hasil menang dari HAI tea. Abis itu kami bediri dengan tidak tenang nunggu waktunya mulai. Wihhh deg-deg-an boooo... Kayak mo ktemu pacar aja.

Akhirnya... Muncullah mereka... Bon Jovi di depan mata gw... Gile... tak terbayang sebelumnya. Pas Jovi nyanyi2 ini, kami terpisah. Gw ama Niniek, Sister #2 ama Sister #4 dan Sister #1 ama pacarnya. Gw jijingrakkan.. Ngikut nyanyi di seluruh lagu sampe badan pegel2, karena tugas wajib menghapal lagu Bon Jovi sudah dilaksanakan dengan baik. Seneng banget deh pokonya. Mana Jovi nyanyinya keren punya pula. Bukan nyanyi doank maksut gw, semuanya keren koq. Tapi gw lupa panggungnya kayak apa. Yang jelas banyak lampu2. Dan ga inget pula kl Senennya (hr itu hr Sabtu) gw harus EBTA (kl jaman skr namanya UAN ya). Puas deh nontonnya... (Kapan ya mereka manggung di sini lagi???)

Beres nonton, kami cuman diem di antara byk penonton. Untungnya kami ktemu ama tetangga (bener2 tetangga) yang jg nonton serombongan. Dan mereka bawa mobil, sodara2. Horeeee... nebeng deh pulangnya. Dan sampe rumah dengan selamat dan bahagia.

Wednesday, April 25, 2007

Duduk, Ngerangkak, Manjat, Bediri


4 hal baru yang udah bisa Aya lakuin. Pertama2 dia duduk, duduknya miring gitu dengan bertumpu ke salah satu tangannya. Sekarang sih udah bisa duduk tegak. Gayanya lucu banget kalo lagi duduk tegak. Masih ogleg dikit sih, tp ga pernah mau dipegangin.

Yang kedua ngerangkak. Sebelum duduk, kalo bergerak dari satu tempat ke tempat laen Aya make perutnya. Hihihi jadi kaya merayap gitu. Tapi lama2 bisa juga dia ngangkat tangannya dan ngelangkah 1-1. Gerakannya cepet pula, jadi ga boleh meleng kalo lagi nungguin Aya.

Manjat, yang dipanjat itu adalah orang. Jadi kl kita duduk di sekitar dia, dia akan nyamperin dan manjat badan kita. Nah ini yang bikin Aya bisa bediri, karena lama2 kan tangannya makin ke atas makin ke atas ajah... Bedirinya masih bertumpu di satu kaki, satu kaki lagi jinjit. Ganti gantian gitu kakinya...

Monday, April 2, 2007

1 hari s/d 5 bulan



Aya dari umur 1 hari sampe 5 bulan.

Tuesday, March 20, 2007

Naek kereta listrik... Tut... Tut... Tut...

Wiken kmaren, tepatnya hari Sabtu Aya harus imunisasi. Pas di hari yang sama, gw n Ican harus ikutan seminar PESAT yang ke-2. Pagi2 buta saat udah harus berangkat Aya masih tidur. Jadi Aya diangkut n masuk ke gendongan gw. Pas naek ojek, Aya melek. Hehehe.. pertama kali naek motor buat Aya. Matanya langsung melek terus, liat pemandangan yang ada. Bahkan waktu mukanya gw tutup karena takut kena angin dia ga mau. Tangan gw disingkirin. Lucu deh tampangnya saat itu.

Sampe di stasiun kereta, pukul setengah 2, duduk aku ... loh??? Maksutnya, sampe di stasiun kereta pondok cina, beli tiket trus nunggu kereta dateng. Berhubung masih pagi buta, jadi ga ada kereta pakuan yang berenti di stasiun pocin, so mau ga mau kita naek kereta ekonomi. Kereta dateng dan kosong pula. Alhamdulillah gw lsg dapet duduk, n Aya duduk di pangkuan. Lagi2 dia ga mo diganggu. Walopun mukanya menunjukkan tanda2 ngantuk, tetep aja dia liat2 ke kiri dan ke kanan. Tiap ada penjual lwat dipelototin. Bener2 hal baru buat Aya.

Sampe Bogor, lagi2 hal baru buat Aya adalah naek angkot. Hehehe dalam sehari langsung 3 hal baru dialamin Aya. Naek angkot juga masih liat2 kiri kanan. Pokonya penuh perhatian deh. Seneng kayanya dia jalan2 bgitu. Biasanya kan naek mobil terus. Kali ini ganti2 angkutan... Bener2 pengalaman baru buat Aya.

Pengalaman berikutnya masih seputar naek kereta listrik Jabotabek ini. Keretanya penuh sesak. Sampe2 Ican blg, 'ga bisa keluar deh kayanya'. Waduh... Tapi gw liat Aya bahagia2 aja tuh. Dia ktawa2 sambil ngoceh sendiri sambil nepuk2 pipi gw dgn semangat. Sampe2 ada suami isteri yang bgitu terkagum2 liat Aya. Dan Alhamdulillah, berhasil juga kita keluar dari keramaian itu n selamat sampe di rmh. Di rmh Aya ngoceh ngalor ngidul. Mungkin dia nyeritain pengalamannya itu kali ya :)

PS : O iyah, gw udah kembali ke depok mgg lalu... Maap ya telat ngabarin lagi

Friday, March 9, 2007

County and Country...

Lagi asik dengerin lagu Bon Jovi, tiba2 temen gw nongol dan ikut2an nyanyi. 'Dry Countryiiii...'. Sebagai fans Bon Jovi sejati, gw langsung protes donk. 'Ga make r!'. Trus si temen gw itu terdiam, ga lama dia protes 'Make r donk, masa county, emang county artinya apa? Ayo tarohan...', gitu katanya akhirnya. Dan lagi-lagi sebagai fans Bon Jovi sejati langsung aja gw buka situs resmi Bon Jovi, trus gw cari listing lagunya. Dan hasilnyaaaa... gw dunks yg bener. Dan diapun berkata 'hehehe Bon Jover dilawan...'.

Abis itu, kita bareng2 buka kamus.net dan mencari arti kedua kata yang hampir mirip tersebut. Di kamus.net tertulis kalo county itu semacam kabupaten atau semacam wilayah, sedangkan country itu negara atau negeri.

Huh, dasar Allan, mengacokan 'keyakinan' gw ajah. Dengerin yang bener donk kalo Jovi lagi nyanyi :)

"STILL WE'RE HANGIN' ON DOWN IN
DRY COUNTY
THEY'RE SWIMMING IN THE SAND
PRAYING FROM SOME HOLY WATER TO WASH THE SINS FROM OFF OUR HANDS
HERE IN DRY COUNTY THE PROMISE HAS RUN DRY
WHERE NOBODY CRIES AND NO ONE'S GETTING OUT OF HERE ALIVE

"

Tuesday, February 27, 2007

Mplu dan kawan2nya


Hari Sabtu kmaren Aya kena mplu. Idungnya meler, batuk2, ada deman dikit, trus matanya jadi sembab gitu. Hari itu Aya ga bersuara sama sekali. Ga mo ngoceh apalagi ketawa. Kasian deh liatnya. Gw bawa dia ke dokter, tp obat dr dokter ga gw minumin, karena setelah gw ikut seminar PESAT katanya mplu itu asalnya dari virus dan ga ada obatnya. Palingan Aya hrs dikasih byk minum n byk istirahat. Jadi, Aya ga gw kasih obat. Hanya dipijet, kasih minum yg banyak ama disuru tidur (which susah banget ampe dia bener2 ngantuk).

Waktu Aya sakit itu, diam2 gw blg gini, 'Ya Alloh, jangan biarin Aya sakit lama2. Kasian dia masih kecil, mendingan sakitnya dipindahin aja ke ibunya...' Voila... hari Minggu Aya udah agak mendingan. Udah mau ngobrol n ktawa2 lagi, walopun masih byk diemnya. Dan hari ini gw kena mplu. Benernya sih udah dr kmaren, tp hari ini yg paling berat. Gw udah minum obat, tp kayanya gw ga bisa bolos karena Jumat bsk gw mo ijin karena Sister #4 mo nikah...

Tuesday, February 20, 2007

Akung...

Akung itu singkatan dari eyang/mbah kakung. Panggilan untuk kakek dalam bahasa Jawa. Nah bokap gw yang orang Padang itu dipanggilnya Akung ama cucu2nya.. Loh koq? Ya biar matching aja ama panggilan untuk nyokap gw, yaitu Uti.

Bokap gw dapet panggilan Akung sejak kurang lebih 6 tahun yang lalu, waktu Sister #1 melahirkan anaknya yang pertama. Yang lucu dari Akung ini adalah Beliau tidak berani mendekati apalagi memegang bayi yang baru lahir. Eh bukan baru lahir aja denk, sampe umur 1 bulan juga Beliau blum berani mendekati. Ga tau kenapa.. Kt Uti, waktu Akung jadi bapak dlu juga bgitu. Baru berani megang anaknya setelah si anak bisa menegakkan kepalanya sendiri.

Hari Minggu kmaren, tiba2 aja Akung pengen ngegendong Aya. Dan jadilah Aya digendong Akung selama.... 30 detik, sodara2. Hahaha, gw dan Sister #2 langsung bersorak sorai, 'horeeeee... digendong Akung'. Sayang momen itu belum sempet gw abadikan karena.. ya cuman 30 detik gitu loh, untuk ngambil kameranya aja gw perlu waktu lebih lama dari itu :)

Pemangkasan kreatifitas &*!^@!^#&!(*&#@#

Huaaaaa... setelah 2 minggu gw coba untuk masuk ke blogspot.com, akhirnya gw sadar bahwa web itu diblok ama kantor gw... &^%&^#*&^#@#^~!#!(@! Huhhhh.. menghalangi kreatifitas ajah nih.. Untung gw anaknya cerdas, jadi menemukan cara untuk masuk ke web ini lagih... Hehehe... Acara ngeblog ketunda selama 2 minggu, tp skr bisa disambung lagi...

Aya maem

Udah 2 minggu ini Aya mulai makan. Kalo ngikutin aturan pemerintah sih, katanya bayi baru boleh dikasih makan kalo udah berumur 6 bulan. Tapi seinget gw, jaman dlu umur 4 bulan bayi udah mulai diajarin mengenal makanan padat. Jadi pas Aya umur 4 bulan kurang seminggu (hehehe) gw kasih dia marie and pisang untuk makanannya.

Wihhh senengnya Aya bisa makan makanan padat yang ada sedikit rasa dibanding susu. Sekarang2, kalo udah dipasangin celemek (eh apa tuh istilahnya kaen yg ditaro didada bayi, trus talinya diiketin ke leher biar baju ga kena makanan?) Aya pasti seneng. Karena dia tau, it's eating time. Hari Sabtu, waktu ada acara di rumah, Aya bgitu tertarik ama makanan yang gw makan. Tangannya menggapai-gapai trus mulutnya dimonyong2in. Hihihi lucu banget. Tapi kasian, karena dia ga boleh makan makanan yang lagi gw makan itu. Akhirnya ama adek gw dikasihlah dia marie yang biasa dia makan. Hap... hap... digigit2 marienya ampe abis tak bersisa...

Friday, February 2, 2007

Jakarta porak poranda

Hari ini pas gw bangun dari tidur gw di kereta, gw tengok kanan kiri ternyata kereta yg gw naekin itu masih di Lenteng (Lenteng Agung, Ps. Minggu). Duhhhh... bisa telat nih nyampe ktr. Itu artinya harus pulang lebih sore lagi. Males banget deh... Ternyata eh ternyata, kereta itu telat karena para petugas perkereta-apian bingung ngatur jalannya kereta karena stasiun Tanah Abang banjir!!!

Yap... yap... Jakarta banjir lagi. Di Mampang aer udah 1,5 meter tingginya. Temen ktr gw yang rumahnya di Kalibata, rumahnya ketutup aer setinggi dada orang dewasa. Kasian... Banyak mobil jemputan yang balik lagi ke daerah masing-masing (Bogor, Cibubur dsb) daripada nerusin perjalanan ke kantor. Jakarta porak poranda deh pokonya. Dan gw terjebak di kantor :(

baca di sini

Wednesday, January 31, 2007

Bogor - Jakarta, PP

Tadi pagi gara2 jam di kamar gw telat berdetak eh berdetik, gw jadi telat juga mandinya. Padahal gw udah bangun dari jam 4 (di jam di kamar gw) yg ternyata adalah jam 4.25 (di jam laen selaen jam di kamar gw). Gw bangun krn Aya gerak2 di sebelah gw. Ternyata dia juga udah bangun. Dan ngeliat gw bangun Aya mulai ketawa2 trus guling2 gitu. Hehehe Aya emang lagi belajar tengkurep. Lucu deh liatnya. Saking asiknya liat Aya itulah gw ga ngecek jam yg bener. Untunglah adek gw (the one n only, gitu dia selalu blg) nongol dan bilang, 'Du, udah jam 5 kurang seperempat, jam lu telat tuh...'. Walah... langsung aja gw bangun, mandi dsb dsb dsb dan berangkatlah gw menuju stasiun kereta Bogor.

Yap, bener.. stasiun Bogor. O iyah gw blum cerita ya kalo sejak kembali ke kantor setelah cuti melahirkan, gw pulang pergi ke/dari rumah orang tua gw di Bogor. Bukan Bogor kota, tepatnya di Kampus IPB Darmaga, Bogor. Which means, dari rumah ke stasiun butuh waktu kurang lebih 1/2 jam (kalo lagi normal) dan bisa 2 jam (kalo lagi ngadat banget seperti hari Senen kmaren). Jadi bisa dibayangkan paniknya gw tadi pagi (mana jempol lagi cantengan pula hahaha).

Lakon Bogor (tepatnya Kampus IPB Darmaga) - Jakarta (Thamrin), PP ini udah gw lakuin sekitar sebulan lebih deh. Make kereta pakuan ekpress yang kadang2 kayak kereta ekonomi. Penuh perjuangan. Dari yang pertama kali naek kereta bingung, untung gw ketemu temen gw (ma kasih, Bay) yang ngasih tau gimana caranya supaya gw bisa selamat sampe ke kantor. Dan sampe akhirnya gape banget (tapi ga berani nyari alternatip laen, takut nyasar).