Trus sekarang ini ada lagi kegiatan barunya, yaitu jalan merambat alias pegangan ama apa aja yang bisa dia pegang. Tapi tempat favoritnya emang di rak tipi itu sih.. Jadi dia merambat dari ujung ke ujung rak tipi yang panjangnya kira2 1 meter. Semangat banget deh belajarnya. Ga sabar liat Aya bisa jalan nih..
Showing posts with label Aya. Show all posts
Showing posts with label Aya. Show all posts
Friday, July 6, 2007
Berdiri - Duduk/Jongkok - Jalan Merambat
Trus sekarang ini ada lagi kegiatan barunya, yaitu jalan merambat alias pegangan ama apa aja yang bisa dia pegang. Tapi tempat favoritnya emang di rak tipi itu sih.. Jadi dia merambat dari ujung ke ujung rak tipi yang panjangnya kira2 1 meter. Semangat banget deh belajarnya. Ga sabar liat Aya bisa jalan nih..
Thursday, June 21, 2007
Manajemen ASI
Sebenernya agak telat kl gw ngomongin masalah ASI sekarang, secara Aya udah ga dapet ASI dari umur 4,5 bulan (hiks hiks... maap'in Ibu ya). Tapi di milis yg gw ikutin lagi rame2nya kampanye ASI. Jadi aja tertarik me-review tentang bagaimana gw ngasih ASI ke Aya.
Setelah gw baca2 tentang manajemen ASI, ternyata banyak banget hal yang gw lakuin yang membuat ASI gw berenti di saat Aya berumur 4,5 bulan. Hal tsb antara lain :
1. Waktu hamil gw ga pernah memijat dada untuk merangsang keluarnya ASI.
2. Pas melahirkan, Aya ga langsung diberikan ke gw buat nyoba menyusu tp dimandikan dlu, baru 2 jam kemudian diberikan ke gw (Alhamdulillah reaksi menyusu Aya bagus).
3. Pas di rumah sakit, karena ASI gw blum keluar gw membolehkan Aya dikasih susu formula oleh suster.
4. Pas mo kerja lagi, gw ga menampung persediaan buat Aya di rumah, alhasil pas hari pertama gw kerja Aya ga dapet ASI.
5. ASI yang gw tampung diberikan oleh orang rumah di dalem botol (untungnya Aya masih mau nyusu langsung ke gw kalo malem walopun make acara berantem segala hehehe)
6. Pas gw demam gw ga nyusuin krn kt dokter yg mreksa gw, gw ga bole deket2 ama Aya.
Dan karena itulah ASI yang gw produksi makin sedikit dan lama-lama menjadi abis... Gw emang masih harus belajar banyak dalam hal per-ASI-an. Moga2 next time I have baby, ilmu gw udah nambah dan bisa dipraktekkan. Aminnnn...
Ini ada kiat agar proses menyusui lancar. Mungkin berguna buat temen2 gw yang kelak menyusui bayinya.
Kiat Agar Proses Menyusui Berjalan Lancar
Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun ada kalanya seorang ibu mengalami masalah dalam pemberian ASI. Kendala yang utama adalah karena produksi ASI tidak lancar.
Sebuah penelitian menyebutkan ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.
Motivasi
Sebenarnya masalah ASI yang tidak lancar tersebut bisa diatasi selama si ibu memiliki motivasi. Bersikap jujur pada diri sendiri mengenai alasan sesungguhnya yang mendorong ibu memberi ASI akan berperan besar dalam menentukan kelancaran ASI.
Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda memberi ASI karena ingin si buah hati mendapatkan gizi terbaik atau karena alasan lain. Jika Anda sudah mengetahui motivasi pemberian ASI maka Anda akan lebih siap dan sabar menjalani proses laktasi yang memang butuh waktu dan kesabaran sampai ASI benar-benar lancar.
Latih si kecil
Anda bisa memulai proses laktasi dengan melatih bayi pada rangsangan. Letakkan si kecil pada puting susu Anda, biarkan si kecil terbiasa mengisap puting susu sekalipun ASI belum keluar atau hanya keluar sedikit.
Makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur.
Manajemen ASI
Jika si ibu merupakan wanita bekerja, dianjurkan untuk memerah ASI setiap tiga jam sekali di tempat yang tenang. ASI perah tahan enam sampai delapan jam di ruangan bersuhu kamar, 24 jam dalam termos berisi es batu, 48 jam dalam lemari es dan tiga bulan dalam freezer.
Pemberian ASI perah dengan sendok atau cangkir sebaiknya diberikan orang lain, bukan ibu bersangkutan. Ini untuk menjaga konsistensi sehingga bayi tidak mengalami bingung puting. Selain itu, sisa susu yang tidak dihabiskan bayi sebaiknya tidak disimpan atau dibekukan ulang agar bayi terhindar dari risiko terserang diare.
Posisi berbaring
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan posisi menyusui sambil berbaring meningkatkan kelancaran ASI. Seperti dikutip dalam situs BBC, menurut para ahli, posisi berbaring saat menyusui akan meningkatkan refleks alamiah bayi yang juga terlihat pada binatang mamalia.
Dalam risetnya, para ahli merekam 40 responden yang menyusui bayinya dalam berbagai posisi. Ibu yang menyusui bayi sambil berbaring ternyata lebih sukses memberi ASI, meski awalnya juga mengalami kesulitan.
Dukungan semua pihak
Proses menyusui bisa menjadi hal yang menimbulkan stres, terutama di minggu-minggu awal. Mintalah dukungan dari keluarga, terutama suami dengan membantu melakukan pekerjaan rumah tangga sehingga si ibu tidak kelelahan.
Selain pihak keluarga, peran perusahaan tempat ibu bekerja juga memang peran. Misalnya dengan menyediakan ruang memerah ASI atau tempat penitipan bayi jika ibu ingin membawa bayinya ke tempat kerja.
Penulis: An
sumber: kompas
Setelah gw baca2 tentang manajemen ASI, ternyata banyak banget hal yang gw lakuin yang membuat ASI gw berenti di saat Aya berumur 4,5 bulan. Hal tsb antara lain :
1. Waktu hamil gw ga pernah memijat dada untuk merangsang keluarnya ASI.
2. Pas melahirkan, Aya ga langsung diberikan ke gw buat nyoba menyusu tp dimandikan dlu, baru 2 jam kemudian diberikan ke gw (Alhamdulillah reaksi menyusu Aya bagus).
3. Pas di rumah sakit, karena ASI gw blum keluar gw membolehkan Aya dikasih susu formula oleh suster.
4. Pas mo kerja lagi, gw ga menampung persediaan buat Aya di rumah, alhasil pas hari pertama gw kerja Aya ga dapet ASI.
5. ASI yang gw tampung diberikan oleh orang rumah di dalem botol (untungnya Aya masih mau nyusu langsung ke gw kalo malem walopun make acara berantem segala hehehe)
6. Pas gw demam gw ga nyusuin krn kt dokter yg mreksa gw, gw ga bole deket2 ama Aya.
Dan karena itulah ASI yang gw produksi makin sedikit dan lama-lama menjadi abis... Gw emang masih harus belajar banyak dalam hal per-ASI-an. Moga2 next time I have baby, ilmu gw udah nambah dan bisa dipraktekkan. Aminnnn...
Ini ada kiat agar proses menyusui lancar. Mungkin berguna buat temen2 gw yang kelak menyusui bayinya.
Kiat Agar Proses Menyusui Berjalan Lancar
Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun ada kalanya seorang ibu mengalami masalah dalam pemberian ASI. Kendala yang utama adalah karena produksi ASI tidak lancar.
Sebuah penelitian menyebutkan ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.
Motivasi
Sebenarnya masalah ASI yang tidak lancar tersebut bisa diatasi selama si ibu memiliki motivasi. Bersikap jujur pada diri sendiri mengenai alasan sesungguhnya yang mendorong ibu memberi ASI akan berperan besar dalam menentukan kelancaran ASI.
Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda memberi ASI karena ingin si buah hati mendapatkan gizi terbaik atau karena alasan lain. Jika Anda sudah mengetahui motivasi pemberian ASI maka Anda akan lebih siap dan sabar menjalani proses laktasi yang memang butuh waktu dan kesabaran sampai ASI benar-benar lancar.
Latih si kecil
Anda bisa memulai proses laktasi dengan melatih bayi pada rangsangan. Letakkan si kecil pada puting susu Anda, biarkan si kecil terbiasa mengisap puting susu sekalipun ASI belum keluar atau hanya keluar sedikit.
Makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur.
Manajemen ASI
Jika si ibu merupakan wanita bekerja, dianjurkan untuk memerah ASI setiap tiga jam sekali di tempat yang tenang. ASI perah tahan enam sampai delapan jam di ruangan bersuhu kamar, 24 jam dalam termos berisi es batu, 48 jam dalam lemari es dan tiga bulan dalam freezer.
Pemberian ASI perah dengan sendok atau cangkir sebaiknya diberikan orang lain, bukan ibu bersangkutan. Ini untuk menjaga konsistensi sehingga bayi tidak mengalami bingung puting. Selain itu, sisa susu yang tidak dihabiskan bayi sebaiknya tidak disimpan atau dibekukan ulang agar bayi terhindar dari risiko terserang diare.
Posisi berbaring
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan posisi menyusui sambil berbaring meningkatkan kelancaran ASI. Seperti dikutip dalam situs BBC, menurut para ahli, posisi berbaring saat menyusui akan meningkatkan refleks alamiah bayi yang juga terlihat pada binatang mamalia.
Dalam risetnya, para ahli merekam 40 responden yang menyusui bayinya dalam berbagai posisi. Ibu yang menyusui bayi sambil berbaring ternyata lebih sukses memberi ASI, meski awalnya juga mengalami kesulitan.
Dukungan semua pihak
Proses menyusui bisa menjadi hal yang menimbulkan stres, terutama di minggu-minggu awal. Mintalah dukungan dari keluarga, terutama suami dengan membantu melakukan pekerjaan rumah tangga sehingga si ibu tidak kelelahan.
Selain pihak keluarga, peran perusahaan tempat ibu bekerja juga memang peran. Misalnya dengan menyediakan ruang memerah ASI atau tempat penitipan bayi jika ibu ingin membawa bayinya ke tempat kerja.
Penulis: An
sumber: kompas
Monday, June 11, 2007
Diare + demam
Jumat malem, pas lagi ngerangkak2 gitu, tiba2 Aya buang aer besar (hihihi make bahasa resmi) tp cair gitu. Waduh diare nih... pikir gw. Tapi itu baru sekali. Siangnya sih biasanya aja. Jadi gw ga terlalu panik. Ternyata pagi2 buta sekitar jam 1/2 4, bgitu lagi. Mana make demam pula. Gw lsg sms Ican (hari itu gw lagi ngungsi ke rmh nyokap pasca pulang kampungnya my happy helper n ditambah rusaknya pompa di rumah). Ican lsg nlp, dia blg baca2 lagi panduannya trus jangan panik ya. Bgitu Aya bobo lagi, gw lsg browsing2 buat nyari guidelinenya (duh ga konsisten nih, tadi panduan skr guideline :D). Ktemu. Intinya anak jgn sampe dehidrasi.
Jadi hr Sabtu pagi, pas bangun Aya lsg gw kasih aer putih (biasanya gitu juga sih tp porsinya dibanyakin). Trus gw kasih susu. Ternyata susu bikin Aya eneg, jadi dimuntahin ama dia. So kesimpulan sementara jgn kasih susu dlu. Nyokap udah panik aja. Ayo bawa ke dokter, kasih obat demam obat perut dll dsb dsb. Gw blg gw ga mo ke dokter, Aya mo gw bawa pijet aja ke Eyang Tardi (tukang pijet andalan di Bogor). Nyokap setuju, tp pas demam Aya ga ilang2, masih nyuruh2 gw ke dokter. Akhirnya abis nganter nyokap n bokap ke gedung, gw bawa aja pijet. Hihihi seperti biasa bgitu liat Eyang Tardi Aya langsung nangis goak-goak kaya mo diapain gitu. Apalagi pas dipijet. 'Uuuuu', gitu katanya sambil berleleran aer mata. Tp Eyang tetep bertahan. Dipijet terus. Bagian perut lebih lama dari bagian laen.
Beres dipijet, dalam perjalanan pulang Aya bobo. Agak enakan mungkin badannya walopun dia masih demam. Sampe rumah, bgitu bangun langsung gw kasih makan. Alhamdulillah ga dimuntahin lagi. Makannya udah lahap. Trus hari itu Aya ga bermaen2. Kerjaannya cuman makan n tidur. Dan ga lupa gw banyakin minum aer ama aer gula (baca di guideline tea loh). Aya sih masih kaya anak sehat. Dia ga mo lama2 digendong. Maunya ngerangkak2 mlulu. Jadi gw agak tenang. Yang penting Aya ga lemes.
Sampe tadi malem Aya masih demam. Tapi pas gw berangkat pagi tadi demamnya udah ilang. Dan 2 kali gw telpon si bibi di rumah Aya udah ga demam katanya. Dan gw suru Aya banyakin istirahat. Jangan maen2 dlu ampe sembuh beneran. Doain ya biar Aya cepet sembuh.
Jadi hr Sabtu pagi, pas bangun Aya lsg gw kasih aer putih (biasanya gitu juga sih tp porsinya dibanyakin). Trus gw kasih susu. Ternyata susu bikin Aya eneg, jadi dimuntahin ama dia. So kesimpulan sementara jgn kasih susu dlu. Nyokap udah panik aja. Ayo bawa ke dokter, kasih obat demam obat perut dll dsb dsb. Gw blg gw ga mo ke dokter, Aya mo gw bawa pijet aja ke Eyang Tardi (tukang pijet andalan di Bogor). Nyokap setuju, tp pas demam Aya ga ilang2, masih nyuruh2 gw ke dokter. Akhirnya abis nganter nyokap n bokap ke gedung, gw bawa aja pijet. Hihihi seperti biasa bgitu liat Eyang Tardi Aya langsung nangis goak-goak kaya mo diapain gitu. Apalagi pas dipijet. 'Uuuuu', gitu katanya sambil berleleran aer mata. Tp Eyang tetep bertahan. Dipijet terus. Bagian perut lebih lama dari bagian laen.
Beres dipijet, dalam perjalanan pulang Aya bobo. Agak enakan mungkin badannya walopun dia masih demam. Sampe rumah, bgitu bangun langsung gw kasih makan. Alhamdulillah ga dimuntahin lagi. Makannya udah lahap. Trus hari itu Aya ga bermaen2. Kerjaannya cuman makan n tidur. Dan ga lupa gw banyakin minum aer ama aer gula (baca di guideline tea loh). Aya sih masih kaya anak sehat. Dia ga mo lama2 digendong. Maunya ngerangkak2 mlulu. Jadi gw agak tenang. Yang penting Aya ga lemes.
Sampe tadi malem Aya masih demam. Tapi pas gw berangkat pagi tadi demamnya udah ilang. Dan 2 kali gw telpon si bibi di rumah Aya udah ga demam katanya. Dan gw suru Aya banyakin istirahat. Jangan maen2 dlu ampe sembuh beneran. Doain ya biar Aya cepet sembuh.
Last Week Activity : FTM :)
Minggu lalu, asisten rumah tangga gw alias my happy helper #... (duh nomor berapa ya? lupa gw), minta ijin buat pulang kampung. Mo ngasih uang bayaran anak sekola, katanya. Berhubung dia udah minta dari awal2, jadi gw ijinin dia buat pergi. Dia blg bakal pegi seminggu. Kebetulan gw udah punya hak cuti lagi saat itu. Jadi gw minta cuti 3 hari buat ngasuh Aya.
my happy helper tsb pulang hari Jumat, dan kebetulan Jumat itu tanggal merah. Jadi pas lah. Gw dapet libur 6 hari. Walopun gw mudik ke bogor, tp tetep yg megang Aya adalah gw. So, inilah saat gw menjadi FTM (full time mother, istilah yg gw dapet di milis). Emang, jadi FTM itu lebih cape dibanding kerja kantoran. Gimana ga, Aya skr ud 8 bulan. Udah bisa ngerangkak. Wihhh maunya kemana2, ga mo digendong. Senengnya manjat2. Jadi ya gw harus ngawasin terus, ga bole lengah. Paling gw ikutan istirahat kl Aya bobo, which happens 2 kali di hari yang terang. Jadi bangun tidur, Aya gw mandiin trus makan. Abis makan dan kenyang, pasti dia pengen maen. Smua benda dideketin ama dia. Dipegang2 or dimasukin ke mulutnya yang mungil. Biasanya abis maen dia bakal ngantuk dan tidur. Bgitulah kira2 kegiatannya sehari2. Lucu liat Aya yang penasaran ama semua benda yang baru dia liat.
So, siapapun yang bilang jadi ibu rumah tangga itu ga cape, coba aja rasain sendiri. Mayan loh capenya, tp puas bisa liat perkembangan anak. Sayang gw hrs ngantor untuk bantu2 Ican mengepulkan dapur :) Emang semua itu adalah pilihan...
my happy helper tsb pulang hari Jumat, dan kebetulan Jumat itu tanggal merah. Jadi pas lah. Gw dapet libur 6 hari. Walopun gw mudik ke bogor, tp tetep yg megang Aya adalah gw. So, inilah saat gw menjadi FTM (full time mother, istilah yg gw dapet di milis). Emang, jadi FTM itu lebih cape dibanding kerja kantoran. Gimana ga, Aya skr ud 8 bulan. Udah bisa ngerangkak. Wihhh maunya kemana2, ga mo digendong. Senengnya manjat2. Jadi ya gw harus ngawasin terus, ga bole lengah. Paling gw ikutan istirahat kl Aya bobo, which happens 2 kali di hari yang terang. Jadi bangun tidur, Aya gw mandiin trus makan. Abis makan dan kenyang, pasti dia pengen maen. Smua benda dideketin ama dia. Dipegang2 or dimasukin ke mulutnya yang mungil. Biasanya abis maen dia bakal ngantuk dan tidur. Bgitulah kira2 kegiatannya sehari2. Lucu liat Aya yang penasaran ama semua benda yang baru dia liat.
So, siapapun yang bilang jadi ibu rumah tangga itu ga cape, coba aja rasain sendiri. Mayan loh capenya, tp puas bisa liat perkembangan anak. Sayang gw hrs ngantor untuk bantu2 Ican mengepulkan dapur :) Emang semua itu adalah pilihan...
Wednesday, April 25, 2007
Duduk, Ngerangkak, Manjat, Bediri

4 hal baru yang udah bisa Aya lakuin. Pertama2 dia duduk, duduknya miring gitu dengan bertumpu ke salah satu tangannya. Sekarang sih udah bisa duduk tegak. Gayanya lucu banget kalo lagi duduk tegak. Masih ogleg dikit sih, tp ga pernah mau dipegangin.
Yang kedua ngerangkak. Sebelum duduk, kalo bergerak dari satu tempat ke tempat laen Aya make perutnya. Hihihi jadi kaya merayap gitu. Tapi lama2 bisa juga dia ngangkat tangannya dan ngelangkah 1-1. Gerakannya cepet pula, jadi ga boleh meleng kalo lagi nungguin Aya.
Manjat, yang dipanjat itu adalah orang. Jadi kl kita duduk di sekitar dia, dia akan nyamperin dan manjat badan kita. Nah ini yang bikin Aya bisa bediri, karena lama2 kan tangannya makin ke atas makin ke atas ajah... Bedirinya masih bertumpu di satu kaki, satu kaki lagi jinjit. Ganti gantian gitu kakinya...
Yang kedua ngerangkak. Sebelum duduk, kalo bergerak dari satu tempat ke tempat laen Aya make perutnya. Hihihi jadi kaya merayap gitu. Tapi lama2 bisa juga dia ngangkat tangannya dan ngelangkah 1-1. Gerakannya cepet pula, jadi ga boleh meleng kalo lagi nungguin Aya.
Manjat, yang dipanjat itu adalah orang. Jadi kl kita duduk di sekitar dia, dia akan nyamperin dan manjat badan kita. Nah ini yang bikin Aya bisa bediri, karena lama2 kan tangannya makin ke atas makin ke atas ajah... Bedirinya masih bertumpu di satu kaki, satu kaki lagi jinjit. Ganti gantian gitu kakinya...
Monday, April 2, 2007
Tuesday, March 20, 2007
Naek kereta listrik... Tut... Tut... Tut...
Wiken kmaren, tepatnya hari Sabtu Aya harus imunisasi. Pas di hari yang sama, gw n Ican harus ikutan seminar PESAT yang ke-2. Pagi2 buta saat udah harus berangkat Aya masih tidur. Jadi Aya diangkut n masuk ke gendongan gw. Pas naek ojek, Aya melek. Hehehe.. pertama kali naek motor buat Aya. Matanya langsung melek terus, liat pemandangan yang ada. Bahkan waktu mukanya gw tutup karena takut kena angin dia ga mau. Tangan gw disingkirin. Lucu deh tampangnya saat itu.
Sampe di stasiun kereta, pukul setengah 2, duduk aku ... loh??? Maksutnya, sampe di stasiun kereta pondok cina, beli tiket trus nunggu kereta dateng. Berhubung masih pagi buta, jadi ga ada kereta pakuan yang berenti di stasiun pocin, so mau ga mau kita naek kereta ekonomi. Kereta dateng dan kosong pula. Alhamdulillah gw lsg dapet duduk, n Aya duduk di pangkuan. Lagi2 dia ga mo diganggu. Walopun mukanya menunjukkan tanda2 ngantuk, tetep aja dia liat2 ke kiri dan ke kanan. Tiap ada penjual lwat dipelototin. Bener2 hal baru buat Aya.
Sampe Bogor, lagi2 hal baru buat Aya adalah naek angkot. Hehehe dalam sehari langsung 3 hal baru dialamin Aya. Naek angkot juga masih liat2 kiri kanan. Pokonya penuh perhatian deh. Seneng kayanya dia jalan2 bgitu. Biasanya kan naek mobil terus. Kali ini ganti2 angkutan... Bener2 pengalaman baru buat Aya.
Pengalaman berikutnya masih seputar naek kereta listrik Jabotabek ini. Keretanya penuh sesak. Sampe2 Ican blg, 'ga bisa keluar deh kayanya'. Waduh... Tapi gw liat Aya bahagia2 aja tuh. Dia ktawa2 sambil ngoceh sendiri sambil nepuk2 pipi gw dgn semangat. Sampe2 ada suami isteri yang bgitu terkagum2 liat Aya. Dan Alhamdulillah, berhasil juga kita keluar dari keramaian itu n selamat sampe di rmh. Di rmh Aya ngoceh ngalor ngidul. Mungkin dia nyeritain pengalamannya itu kali ya :)
PS : O iyah, gw udah kembali ke depok mgg lalu... Maap ya telat ngabarin lagi
Sampe di stasiun kereta, pukul setengah 2, duduk aku ... loh??? Maksutnya, sampe di stasiun kereta pondok cina, beli tiket trus nunggu kereta dateng. Berhubung masih pagi buta, jadi ga ada kereta pakuan yang berenti di stasiun pocin, so mau ga mau kita naek kereta ekonomi. Kereta dateng dan kosong pula. Alhamdulillah gw lsg dapet duduk, n Aya duduk di pangkuan. Lagi2 dia ga mo diganggu. Walopun mukanya menunjukkan tanda2 ngantuk, tetep aja dia liat2 ke kiri dan ke kanan. Tiap ada penjual lwat dipelototin. Bener2 hal baru buat Aya.
Sampe Bogor, lagi2 hal baru buat Aya adalah naek angkot. Hehehe dalam sehari langsung 3 hal baru dialamin Aya. Naek angkot juga masih liat2 kiri kanan. Pokonya penuh perhatian deh. Seneng kayanya dia jalan2 bgitu. Biasanya kan naek mobil terus. Kali ini ganti2 angkutan... Bener2 pengalaman baru buat Aya.
Pengalaman berikutnya masih seputar naek kereta listrik Jabotabek ini. Keretanya penuh sesak. Sampe2 Ican blg, 'ga bisa keluar deh kayanya'. Waduh... Tapi gw liat Aya bahagia2 aja tuh. Dia ktawa2 sambil ngoceh sendiri sambil nepuk2 pipi gw dgn semangat. Sampe2 ada suami isteri yang bgitu terkagum2 liat Aya. Dan Alhamdulillah, berhasil juga kita keluar dari keramaian itu n selamat sampe di rmh. Di rmh Aya ngoceh ngalor ngidul. Mungkin dia nyeritain pengalamannya itu kali ya :)
PS : O iyah, gw udah kembali ke depok mgg lalu... Maap ya telat ngabarin lagi
Tuesday, February 27, 2007
Mplu dan kawan2nya

Hari Sabtu kmaren Aya kena mplu. Idungnya meler, batuk2, ada deman dikit, trus matanya jadi sembab gitu. Hari itu Aya ga bersuara sama sekali. Ga mo ngoceh apalagi ketawa. Kasian deh liatnya. Gw bawa dia ke dokter, tp obat dr dokter ga gw minumin, karena setelah gw ikut seminar PESAT katanya mplu itu asalnya dari virus dan ga ada obatnya. Palingan Aya hrs dikasih byk minum n byk istirahat. Jadi, Aya ga gw kasih obat. Hanya dipijet, kasih minum yg banyak ama disuru tidur (which susah banget ampe dia bener2 ngantuk).
Waktu Aya sakit itu, diam2 gw blg gini, 'Ya Alloh, jangan biarin Aya sakit lama2. Kasian dia masih kecil, mendingan sakitnya dipindahin aja ke ibunya...' Voila... hari Minggu Aya udah agak mendingan. Udah mau ngobrol n ktawa2 lagi, walopun masih byk diemnya. Dan hari ini gw kena mplu. Benernya sih udah dr kmaren, tp hari ini yg paling berat. Gw udah minum obat, tp kayanya gw ga bisa bolos karena Jumat bsk gw mo ijin karena Sister #4 mo nikah...
Tuesday, February 20, 2007
Akung...
Akung itu singkatan dari eyang/mbah kakung. Panggilan untuk kakek dalam bahasa Jawa. Nah bokap gw yang orang Padang itu dipanggilnya Akung ama cucu2nya.. Loh koq? Ya biar matching aja ama panggilan untuk nyokap gw, yaitu Uti.
Bokap gw dapet panggilan Akung sejak kurang lebih 6 tahun yang lalu, waktu Sister #1 melahirkan anaknya yang pertama. Yang lucu dari Akung ini adalah Beliau tidak berani mendekati apalagi memegang bayi yang baru lahir. Eh bukan baru lahir aja denk, sampe umur 1 bulan juga Beliau blum berani mendekati. Ga tau kenapa.. Kt Uti, waktu Akung jadi bapak dlu juga bgitu. Baru berani megang anaknya setelah si anak bisa menegakkan kepalanya sendiri.
Hari Minggu kmaren, tiba2 aja Akung pengen ngegendong Aya. Dan jadilah Aya digendong Akung selama.... 30 detik, sodara2. Hahaha, gw dan Sister #2 langsung bersorak sorai, 'horeeeee... digendong Akung'. Sayang momen itu belum sempet gw abadikan karena.. ya cuman 30 detik gitu loh, untuk ngambil kameranya aja gw perlu waktu lebih lama dari itu :)
Bokap gw dapet panggilan Akung sejak kurang lebih 6 tahun yang lalu, waktu Sister #1 melahirkan anaknya yang pertama. Yang lucu dari Akung ini adalah Beliau tidak berani mendekati apalagi memegang bayi yang baru lahir. Eh bukan baru lahir aja denk, sampe umur 1 bulan juga Beliau blum berani mendekati. Ga tau kenapa.. Kt Uti, waktu Akung jadi bapak dlu juga bgitu. Baru berani megang anaknya setelah si anak bisa menegakkan kepalanya sendiri.
Hari Minggu kmaren, tiba2 aja Akung pengen ngegendong Aya. Dan jadilah Aya digendong Akung selama.... 30 detik, sodara2. Hahaha, gw dan Sister #2 langsung bersorak sorai, 'horeeeee... digendong Akung'. Sayang momen itu belum sempet gw abadikan karena.. ya cuman 30 detik gitu loh, untuk ngambil kameranya aja gw perlu waktu lebih lama dari itu :)
Aya maem
Udah 2 minggu ini Aya mulai makan. Kalo ngikutin aturan pemerintah sih, katanya bayi baru boleh dikasih makan kalo udah berumur 6 bulan. Tapi seinget gw, jaman dlu umur 4 bulan bayi udah mulai diajarin mengenal makanan padat. Jadi pas Aya umur 4 bulan kurang seminggu (hehehe) gw kasih dia marie and pisang untuk makanannya.
Wihhh senengnya Aya bisa makan makanan padat yang ada sedikit rasa dibanding susu. Sekarang2, kalo udah dipasangin celemek (eh apa tuh istilahnya kaen yg ditaro didada bayi, trus talinya diiketin ke leher biar baju ga kena makanan?) Aya pasti seneng. Karena dia tau, it's eating time. Hari Sabtu, waktu ada acara di rumah, Aya bgitu tertarik ama makanan yang gw makan. Tangannya menggapai-gapai trus mulutnya dimonyong2in. Hihihi lucu banget. Tapi kasian, karena dia ga boleh makan makanan yang lagi gw makan itu. Akhirnya ama adek gw dikasihlah dia marie yang biasa dia makan. Hap... hap... digigit2 marienya ampe abis tak bersisa...
Wihhh senengnya Aya bisa makan makanan padat yang ada sedikit rasa dibanding susu. Sekarang2, kalo udah dipasangin celemek (eh apa tuh istilahnya kaen yg ditaro didada bayi, trus talinya diiketin ke leher biar baju ga kena makanan?) Aya pasti seneng. Karena dia tau, it's eating time. Hari Sabtu, waktu ada acara di rumah, Aya bgitu tertarik ama makanan yang gw makan. Tangannya menggapai-gapai trus mulutnya dimonyong2in. Hihihi lucu banget. Tapi kasian, karena dia ga boleh makan makanan yang lagi gw makan itu. Akhirnya ama adek gw dikasihlah dia marie yang biasa dia makan. Hap... hap... digigit2 marienya ampe abis tak bersisa...
Thursday, January 4, 2007
My happy helper
Aya & Tante Dati, No 2 helper. Kalo Aya nangis jerit2 Tante Dati takut katanya, tp kl bosen ama Ibu (panggilan Aya buat gw) ama Tante Dati mao dunks
Aya & Mba Sasi, No 4 helper. Paling seneng megang kepala Aya. Lucu katanyaMasih ada lagi helper yang laen, tp potonya blum ada :
Bi Kokom - paling seneng gendong Aya walo dia lagi sibuk ngerjain kerjaannya
Mang Eman - sukanya manggil Aya make nama Bapak 'Mas Ican, Mas Ican'
Mang Hendra - suka bantuin ngambil kelapa waktu Aya masih dikandungan
Bi Dedeh - cuman seminggu jadi helper
Tuesday, January 2, 2007
Ucapan terima kasih
"Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada Allah SWT yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat hamil dan melahirkan dengan sehat dan selamat. Dan kepada suami saya, Ican, yang setia mendampingi selama masa kehamilan dan proses melahirkan. Kemudian ucapan terima kasih saya tujukan untuk sodara2, teman2 dan para kerabat yang telah melapangkan hati dan meringankan langkah untuk menjenguk saya atau anak saya yang baru saja dilahirkan. Ucapan terima kasih ini terutama saya tujukan kepada
1. Orang tua saya, atas dukungannya kpd saya selama saya hamil sampai dengan melahirkan
2. The Sisters serta ipar2 dan ponakan2, atas smuanya deh pokonya
3. Mertua saya, atas doa2 dan pinjaman mobilnya di saat saya membutuhkan
4. Sodara2 sepupu, paman dan bibi yang meyempatkan datang baik di rumah sakit ataupun setelah saya kembali ke rumah
5. Abang angkat saya (yang saya angkat karena keterpaksaan) - Jawil dan rombongan, yang bela2in telat makan buat buka puasa untuk menjenguk saya di Bogor (bela2in biar ga usah ke Darmaga tuh, eeehhh taunya ke Darmaga juga akhirnya, make macet pula hehehe maap yaaaa...)
6. Gamagudabo 95-ers, yang datang tengah malem abis acara buka puasa bersama (btw, sapa yg bagian nagih tuh jadinya???)
7. Teman2 Customer Data Management Indosat, yg sudah merelakan waktu kerjanya untuk datang ke Bogor, Darmaga pula ('hutan mlulu nih Nov')
8. Beti n Rinoy, yg make nyasar segala (duhhh lupa dipoto ya...)
9. Teman2 Ican, yg dateng tp ga sempet ketemu
10. Tetangga2 ato ibu2 dari RIK (Rukun Ibu Kampus, gw bkn anggota ya, nyokap gw yg anggotanya) yang menyempatkan diri datang, Om Dari dan Tante Titi utk cukurannya
11. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu
Terima kasih atas perhatiannya. Smoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan diberi balasan yang setimpal. Aminnnn
PS : Buat yang janji2 tp ga nongol, tetep saya ucapkan terima kasih untuk doanya (kado menyusul donk hahaha)."
1. Orang tua saya, atas dukungannya kpd saya selama saya hamil sampai dengan melahirkan
2. The Sisters serta ipar2 dan ponakan2, atas smuanya deh pokonya
3. Mertua saya, atas doa2 dan pinjaman mobilnya di saat saya membutuhkan
4. Sodara2 sepupu, paman dan bibi yang meyempatkan datang baik di rumah sakit ataupun setelah saya kembali ke rumah
5. Abang angkat saya (yang saya angkat karena keterpaksaan) - Jawil dan rombongan, yang bela2in telat makan buat buka puasa untuk menjenguk saya di Bogor (bela2in biar ga usah ke Darmaga tuh, eeehhh taunya ke Darmaga juga akhirnya, make macet pula hehehe maap yaaaa...)
6. Gamagudabo 95-ers, yang datang tengah malem abis acara buka puasa bersama (btw, sapa yg bagian nagih tuh jadinya???)
7. Teman2 Customer Data Management Indosat, yg sudah merelakan waktu kerjanya untuk datang ke Bogor, Darmaga pula ('hutan mlulu nih Nov')
8. Beti n Rinoy, yg make nyasar segala (duhhh lupa dipoto ya...)
9. Teman2 Ican, yg dateng tp ga sempet ketemu
10. Tetangga2 ato ibu2 dari RIK (Rukun Ibu Kampus, gw bkn anggota ya, nyokap gw yg anggotanya) yang menyempatkan diri datang, Om Dari dan Tante Titi utk cukurannya
11. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu
Terima kasih atas perhatiannya. Smoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan diberi balasan yang setimpal. Aminnnn
PS : Buat yang janji2 tp ga nongol, tetep saya ucapkan terima kasih untuk doanya (kado menyusul donk hahaha)."
Tuesday, December 26, 2006
Giving Birth
Tidak bisa diungkapkan dengan kata2.. Pokonya cihuy banget deh. Dari mulai mulesnya sampe masa dijaitnya. Hihihi buat yg blum pernah ngelahirin jgn dibayangin deh, mendingan mikir yang bagus2 aja, ky mirip sapa anak nantinya (anak gw dah keliatan, bapaknya abis mukanya), makanan yg bisa dimakan abis ngelahirin, kado2 yang berdatangan (hehehe ma kasih ya buat yang udah ngasih kado) dan sebagainya deh. Kalo yang udah pernah ngelahirin sih ngebayangin lagi gpp deh, itung2 nostalgia...
Jadi bgitulah, setelah mules 15 menit sekali dan diinduksi 6 jam - 4 ato 5 botol infus, yang menghasilkan mules tiap menit, gw berhasil melahirkan dengan selamat anak ke-2 gw. Seorang bayi perempuan yang lucu dan menggemaskan yang dikasih nama Aya bisa gw gendong sekarang. Pokonya worth deh hasilnya...
PS : Terima kasih untuk dr. Farchan Joened, SPOG dan bidan2 yang udah membantu proses kelahiran Aya, jg untuk suster2 yang udah merawat Aya selama di rumah sakit
ralat (9 Jan 2006) : kt Ican ternyata hanya 1 1/4 botol infus... hehehe rasanya banyak bener botolnya ya.
PS : Terima kasih untuk dr. Farchan Joened, SPOG dan bidan2 yang udah membantu proses kelahiran Aya, jg untuk suster2 yang udah merawat Aya selama di rumah sakit
ralat (9 Jan 2006) : kt Ican ternyata hanya 1 1/4 botol infus... hehehe rasanya banyak bener botolnya ya.
Tuesday, December 19, 2006
BORN TO BE MY BABY
Diary of a Mad Mom-To-Be (2)
20-21 hal paling penting tentang kehamilan
1. Dilarang makan sushi - untungnya gw ga suka sushi, tp katanya ga boleh makan lalapan juga soalnya masih mentah
2. Morning Sickness 24 jam - dan bukan di trisemester pertama doank loh, bisa sampe bulan ke-6. ck..ck..ck..
3. Masa kehamilan 40 minggu (10 bulan)
4. Dilarang minum aspirin
5. Hidung anjing (bisa nyium bau brokoli dari jarak 6 rumah) - biasanya ga ngaruh ama bau makanan, jadi ngaruh banget
6. “Bersinar-sinar” = keringat - abis ngapain aja juga keringetan
7. Kelebihan gas dalam perut
8. Panas lambung
9. Sembelit - kalo gw masalahnya malah diare
10. Linglung
11. Dipegang-pegang orang - ama ibu2 di jemputan
12. Pengikisan terakhir identitas pribadi - di kantor gw dipanggil 'bumil', dan bukan hanya gw aja yg dipanggil bgitu, panggilan ini berlaku utk smua ibu hamil di kantor
13. Bolak-balik pipis
14. Varises - nah kalo yang ini alhamdulillah ga
15. Susah bernapas - sesek bener rasanya
16. Susah tidur - alias insomnia
17. Tidak boleh berendam di air panas
18. Menyerap air seperti spons - naek 3 kilo dalam sebulan
19. Ceroboh
20. “Hari Perkiraan Lahir” cuma istilah - ngitung cuti jadi bingung

21. Hasil akhirnya sepadan
gbr : me, 9-month-pregnancy
1. Dilarang makan sushi - untungnya gw ga suka sushi, tp katanya ga boleh makan lalapan juga soalnya masih mentah
2. Morning Sickness 24 jam - dan bukan di trisemester pertama doank loh, bisa sampe bulan ke-6. ck..ck..ck..
3. Masa kehamilan 40 minggu (10 bulan)
4. Dilarang minum aspirin
5. Hidung anjing (bisa nyium bau brokoli dari jarak 6 rumah) - biasanya ga ngaruh ama bau makanan, jadi ngaruh banget
6. “Bersinar-sinar” = keringat - abis ngapain aja juga keringetan
7. Kelebihan gas dalam perut
8. Panas lambung
9. Sembelit - kalo gw masalahnya malah diare
10. Linglung
11. Dipegang-pegang orang - ama ibu2 di jemputan
12. Pengikisan terakhir identitas pribadi - di kantor gw dipanggil 'bumil', dan bukan hanya gw aja yg dipanggil bgitu, panggilan ini berlaku utk smua ibu hamil di kantor
13. Bolak-balik pipis
14. Varises - nah kalo yang ini alhamdulillah ga
15. Susah bernapas - sesek bener rasanya
16. Susah tidur - alias insomnia
17. Tidak boleh berendam di air panas
18. Menyerap air seperti spons - naek 3 kilo dalam sebulan
19. Ceroboh
20. “Hari Perkiraan Lahir” cuma istilah - ngitung cuti jadi bingung

21. Hasil akhirnya sepadan
gbr : me, 9-month-pregnancy
Subscribe to:
Posts (Atom)








